Sebab, dalam aksi itu ada oknum yang membakar Al Quran dan juga meludahi kitab suci umat Islam tersebut.
“Menyesalkan dan mengutuk keras terjadinya provokasi pembakaran dan perobekan kitab suci Al Quran di Norwegia dan Swedia,†tulis Emil, sapaan akrabnya, dilansir dari
Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (2/9).
Emil menilai, dengan perkembangan jaman dan peradaban masyarakat yang semakin modern, seharusnya dalam menyelesaikan perbedaan-perbedaan pandangan, ideologi dan keyakinan bisa beradab pula.
“Semakin modern peradaban seharusnya semakin beradablah kita dalam menyelesaikan perbedaan-perbedaan pandangan, ideologi dan keyakinan. Bukan sebaliknya,†katanya.
Menurutnya, kitab suci termasuk Al Quran seharusnya dimuliakan dengan dibaca, dipelajari, dan diamalkan.
“ltu pula saya yakini cara pandang penganut agama Iainnya terhadap kitab sucinya,†ujarnya.
Untuk itu, Emil meminta pemerintah Swedia dan Norwegia untuk menyelesaikan isu tersebut dengan baik dan bisa menjaga kondusifitas global.
“Agar dunia ini selalu damai dan situasi geopolitik dunia tidak makin panas. Mari kedepankan dialog dan saling menghormati, jika ingin dihormati,†tandasnya.
BERITA TERKAIT: