Remaja itu ditemukan di Pantai Sangatte, di departemen Pas-de-Calais paling utara negara itu. Calais adalah pelabuhan feri utama yang melakukan penyeberangan harian ke kota Dover di Inggris, yang terletak tepat di seberang Calais di seberang Selat Inggris.
Lewat unggahannya di Twitter Menteri Kewarganegaraan Prancis Marlene Schiappa menyatakan kesedihannya menyalahkan kejadian tersebut pada para pelaku perdagangan manusia.
"Kesedihan yang luar biasa: Seorang migran Sudan berusia 16 tahun yang menghilang di laut tadi malam ditemukan tewas di Pantai Sangatte pagi ini. Drama tak tertahankan ini masih menggerakkan kami dan dengan [menteri dalam negeri] Gerald Darmanin melawan penyelundup yang memanfaatkan penderitaan manusia!," tulisnya, seperti dikutip dari
AA, Rabu (19/8).
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel menanggapi tweet Schiappa, dengan mengatakan, "Ini adalah kehilangan nyawa muda yang menyedihkan dan tragis."
"Insiden mengerikan ini berfungsi sebagai pengingat brutal dari geng kriminal yang menjijikkan dan penyelundup manusia yang mengeksploitasi orang-orang yang rentan," ungkapnya.
Selama ini banyak migran yang berusaha melakukan perjalanan berbahaya dengan kapal kecil di kedua arah. Menyeberangi Selat Inggris dan memakan waktu sekitar dua jam.
Saat Inggris dan Prancis sedang mengerjakan rencana untuk menghalangi perjalanan tersebut. Tahun ini saja pemerintah Prancis telah mencegah lebih dari seribu orang yang melakukan penyeberangan.
Pekan lalu usai bertemu dengan pejabat Prancis Menteri Kepatuhan Imigrasi Inggris Chris Philip, menyampaikan kepada wartawan tentang langkah-langkah kedua belah pihak untuk mengatasi situasi tersebut.
"Kami telah mengerjakan rencana operasional bersama, dengan tujuan dalam pikiran untuk sepenuhnya memotong rute ini. Kami akan bekerja dengan kecepatan dalam beberapa hari mendatang untuk mewujudkan rencana itu. Ini difasilitasi oleh geng kriminal yang kejam, itu menempatkan nyawa dalam risiko dan itu sama sekali tidak perlu."