Pengusiran yang diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Slovakia tersebut dilakukan pada Senin (10/8). Di mana para diplomat harus angkat kaki dari Slovakia pada pekan ini.
Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus pada Selasa (11/8) mengatakan, Slovakia telah berhasil melindungi diri dari aktor asing yang mencoreng namanya.
"AS memuji tindakan baru-baru ini yang diambil oleh Slovakia untuk melindungi diri dari ancaman yang dilakukan oleh aktor asing yang memfitnah kedaulatannya," tulis Ortagus dalam akun Twitter-nya seperti dikutip
Sputnik.
"Kementerian Luar Negeri Slovakia telah mengirimkan sinyal yang jelas bahwa mereka tidak akan mentolerir tindakan kriminal Rusia yang bermotif politik di tanah Slovakia atau Eropa," sambungnya.
Dikutip dari kantor berita Rusia,
TASS, para agen intelijen yang menyamar menjadi diplomat tersebut ternyata sudah menyalahgunakan visa Slovakia.
Mereka, diduga terkait dengan pembunuhan mantan pemberontak Chechnnya berkewarganegaraan Georgia di Berlin, Jerman pada musim panas lalu.
Salah seorang pelaku yang dicurigai diketahui telah melakukan perjalanan ke Eropa dengan visa Slovakia. Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Slovakia Ivan Korcok pun memerintahkan penyelidikan atas penerbitan visa di konsulat St. Petersburg.
"Menurut informasi dari badan intelijen Slovakia, kegiatan mereka bertentangan dengan Konvensi Wina tentang hubungan diplomatik," papar jurubicara Kementerian Luar Negeri Slovakia.
“Selain itu, telah terjadi penyalahgunaan visa yang dikeluarkan di konsulat jenderal Slovakia di St. Petersburg, dan dalam hubungan ini, kejahatan serius dilakukan di wilayah negara anggota Uni Eropa dan NATO lainnya,†sambung pernyataan tersebut.
Rusia sendiri menyanggah klaim tersebut dan mengaku akan menggapi keputusan Slovakia dengan cara yang sama.
BERITA TERKAIT: