Dua nama yang kerap diyakini menjadi pendamping Biden untuk pemilihan umum AS pada 3 November 2020 adalah Senator California, Kamala Harris dan mantan penasihat keamanan nasional era Barack Obama, Susan Rice.
Namun menurut mantan kekasih Harris yang juga merupakan seorang politisi AS ternama, Willie Brown, perempuan berusia 55 tahun tersebut lebih baik menolak tawaran Biden dengan sopan jika memang ia mendapatkannya.
Alasannya, posisi wakil presiden tidak cukup menjanjikan bagi Harris yang tengah naik daun. Banyak mantan wakil presiden yang pada akhirnya tidak bisa merangkak lebih jauh lagi.
Alih-alih, dalam kolom mingguannya di
San Francisco Chronicle, Brown menyarankan Harris untuk mendapatkan posisi jaksa agung dalam pemerintahan Biden.
"Harris adalah juru kampanye yang teruji dan terbukri akan bekerja secara terbalik untuk membuat Biden terpilih," tulis Brown seperti dikutip
Sputnik.
"Meski begitu, wakil presiden bukanlah pekerjaan yang harus ia jalani. Menjadi jaksa agung dalam pemerintahan Biden akan lebih baik," sambungnya.
Brown sendiri merupakan mantan Walikota San Francisco dan mantan Ketua Majelis Negara Bagian California. Ia mengaku pernah mengencani Harris lebih dari 20 tahun yang lalu.
"Untuk setiap George H.W. Bush yang naik dari jabatannya ke kursi kepresidenan, ada Al Gore yang tidak pernah sampai di sana," ujar Brown merujuk pada prospek wakil presiden berumur pendek dan seringkali buntu.
“Pada dasarnya, tidak ada yang menganggap serius wakil presiden setelah hari pemilihan. Tanya saja (Wakil Presiden) Mike Pence," sambungnya.
Brown yakin, wakil presiden tidak memiliki kekuatan yang nyata dan memiliki sedikit peluang untuk mencapai apapun secara independen.
Namun, posisi jaksa agung, menurutnya, memiliki kekuasaan yang nyata dan sah. Harris bisa mulai dengan mereformasi kepolisian hingga mencapai keadilan rasial, sesuatu yang menjadi visi misinya.
Hingga saat ini, Biden sendiri belum mengumumkan pemilihan wakil presidennya, meski konvensi nasional Partai Demokrat sudah berada di ujung mata untuk mengukuhkan pencalonannya.
Keyakinan publik bahwa nama Harris yang akan muncul dalam pengumuman Biden berawal dari sebuah catatan yang terpotret sedang dipegang oleh mantan Wakil Presiden AS tersebut.
Di dalam catatan tersebut, ada nama "Kamala Harris" yang diikuti dengan beberapa poin, di antaranya "Tidak menyimpan dendam", "Ikut berkampanye denganku dan Jill", "Berbakat", "Bantuan besar untuk kampenye", dan "Sangat menghormatinya".
Meski begitu, beberapa politisi Demokrat tidak setuju dengan Harris karena keduanya pernah bertarung dalam pemilihan pendahuluan dan memiliki pandangan yang cukup berbeda.
Alih-alih, beberapa politisi Demokrat setuju dengan Susan Rice, mengingat Biden pernah bekerja dengannya selama masa kepemimpinan Presiden Barack Obama.
BERITA TERKAIT: