Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mendesak kepada semua negara untuk mencegah kelompok-kelompok teror yang akan mengambil celah dari kerapuhan yang disebabkan oleh pandemik virus corona.
“Tekanan psiko-sosial, ekonomi dan politik yang terkait dengan Covid-19 telah meningkat secara dramatis. Teroris tidak boleh diizinkan mengeksploitasi celah dan kerapuhan itu,†kata Guterres pada pembukaan pertemuan virtual yang bertajuk Counter-Terrorism Week, Senin (6/7).
Guterres mengatakan, memang masih terlalu dini untuk sepenuhnya mengaitkan implikasi virus corona terhadap terorisme, namun ia menekankan bahwa kelompok-kelompok teror seperti ISIS, al-Qaeda dan afiliasi regional mereka, termasuk neo-Nazi, supremasi kulit putih dan kelompok kebencian lainnya, berusaha mengeksploitasi perpecahan, konflik lokal, kegagalan tata kelola dan keluhan untuk memajukan tujuan mereka.
“Seperti virus, terorisme tidak menghormati perbatasan nasional. Itu memengaruhi semua negara dan hanya bisa dikalahkan secara kolektif. Jadi kita harus memanfaatkan kekuatan multilateralisme untuk menemukan solusi praktis," tambahnya, seperti dikutip dari
AA, Senin (6/7).
Selain itu, Guterres juga mendesak negara-negara anggota PBB untuk saling berbagi informasi dan belajar dari pengalaman negara lain dalam menjaga keamanan selama pandemik.
BERITA TERKAIT: