Kepala Divisi Internasional Rumah Sakit, Yoel Hareven mengatakan perwakilan penting dari Bahrain dan Uni Emirat Arab telah secara teratur berhubungan dengan Pusat Medis Sheba, sebuah rumah sakit terbesar di Israel, bahkan sejak sebelum krisis kesehatan saat ini.
“Pada bulan Maret, seorang anggota tinggi keluarga kerajaan Emirat secara pribadi mengunjungi rumah sakit di Ramat Gan dan sejak itu tetap melakukan kontak mingguan,†kata Hareven, seperti dikutip dari
The Times of Israel, Senin (11/5).
Selain itu, negara ketiga di Teluk yang tidak diketahui memiliki hubungan kuat dengan Israel baru-baru ini menghubungi Sheba meminta bantuan memasang telemedicine untuk mengobati pasien Covid-19 dari jarak jauh, di mana teknologi telemedicine adalah spesialisasi Pusat Medis Sheba.
Mulanya, Hareven menolak menyebutkan nama negara ketiga, tetapi kemudian kalimatnya lebih merujuk kepada negara Kuwait.
"Ada kesiapan yang tumbuh untuk berinteraksi dengan kami, bahkan secara terbuka, di bidang kesehatan," katanya.
Ia gembira dengan proses yang sedang terjadi di mana menurutnya, walau perlahan dan tidak seperti yang diharapkan, tetapi antar pemerintah mulai bekerja sama dan saling menguatkan.
Hareven mengatakan dia yakin bahwa pekerjaan yang diberikan negara yang tidak disebutkan namanya itu kepada Sheba akan mengarah pada kerja sama masa depan antara kedua pemerintah.
"Anda membuka celah kecil dan kaki memasuki pintu, dan kemudian seluruh tubuh dan kemudian kepala masuk," katanya, mengibaratkan bahwa semua memiliki proses. "Ini memang awal dari perjalanan yang sangat menarik untuk seluruh masyarakat Israel, tidak hanya untuk bidang medis atau Pusat Medis Sheba."
Negara-negara Teluk mengakui betapa kuat dan inovatifnya sektor kesehatan Israel, kata Hareven.
Pekan lalu, duta besar Uni Emirat Arab untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Lana Nusseibeh, mengatakan dia tidak mengetahui adanya kerja sama konkret di bidang kesehatan antara UEA dan Israel mengenai virus corona, namun dia mengatakan tidak ada yang dapat mencegah hal itu terjadi.
"Saya yakin ada banyak ruang untuk kerja sama. Saya tidak berpikir kita akan menentangnya, karena saya benar-benar berpikir ruang kesehatan masyarakat harus menjadi ruang yang tidak dipolitisasi, di mana kita semua mencoba dan mengumpulkan pengetahuan kita tentang virus ini," katanya pada konferensi online yang diadakan oleh Komite Yahudi-Amerika.
Dia juga memberi selamat kepada ahli epidemiologi dan dokter Israel atas terobosan potensial mereka dalam menemukan pengobatan Covid-19 melalui antibodi.