Arab pun berbenah. Sejak tahun lalu, Arab telah menerbitkan visa turis untuk pertama kalinya, setelah sejak lama hanya membuka diri bagi jamaah haji, umrah, pelajar, dan pekerja.
Untuk memdukung rencana itu, Arab pun mulai memodernisasi hal-hal yang terkait misalnya pembangunan fasilitas pendukung seperti Proyek Laut Merah.
Proyek ini merupakan proyek ambisius Kerajaan. Arab akan membangun vila, hotel, dan restoran di atas laut itu dengan menggandeng Red Sea Development Company selaku pengembang.
Dua hotel supermewah serta satu hotel mewah di Pulau Sheybarah Selatan dan Ummahat Al Shaykh di pesisir barat sedang disiapkan, seperti dikutip dari
Xinhua.
"Penentuan lokasi untuk aset di atas laut kami merupakan tonggak baru lain bagi proyek ini, dan merupakan kemajuan bagi proyek," kata CEO Red Sea Development Company.
Proyek Laut Merah ditargetkan dibuka untuk umum mulai akhir 2022. Namun fasilitas diperkirakan baru rampung pada 2030, meliputi 22 pulau dan enam lokasi daratan dengan kapasitas total 8.000 kamar.
Proyek Laut Merah merupakan salah satu dari tiga proyek raksasa yang diumumkan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman pada 2017, dalam upaya membuka area baru bagi kegiatan ekonomi yaang sejalan dengan Visi 2030 Arab Saudi.
BERITA TERKAIT: