Tidak Tertarik Campuri Urusan Politik Amerika, Jubir: AS Harus Tahu, Musuhnya Adalah Virus Bukan China

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 01 Mei 2020, 07:01 WIB
Tidak Tertarik Campuri Urusan Politik Amerika, Jubir: AS Harus Tahu, Musuhnya Adalah Virus Bukan China
Jubir China, Geng Shuang/Net
rmol news logo Di tengah pandemik yang membuat negaranya terpuruk selama tiga bulan dan baru bisa bangkit lagi saat ini, China memilih untuk lebih banyak melakukan kerja sama secara global. China tidak tertarik mencampuri urusan politik dalam negeri negara lain.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menanggapi pernyataan Presiden Amerka Serikat Donald Trump.

“Pemilihan Presiden AS adalah urusan internal. Kami tidak tertarik untuk mencampuri urusan itu. Kami berharap rakyat AS tidak akan menyeret China ke dalam politik pemilihan umumnya,” kata Geng dalam konferensi persnya di Beijing, Kamis (30/4).

Sebelumnya, Trump menyebut China akan berusaha membuatnya kalah dalam pemilihan ulang pada November mendatang.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada Rabu (29/4) Trump mengatakan bahwa China akan melakukan apa saja untuk membuatnya kalah dalam Pilpres AS 2020.

Trump meyakini, Beijing menginginkan Joe Biden dari Partai Demokrat yang memenangkan Pilpres AS agar China tidak lagi tertekanan dengan aturan yang dibuat Trump terhadap negara itu terkait perdagangan dan masalah lainnya.

Trump dan pejabat AS menyalahkan China atas meluasnya wabah Covid-19 ke seluruh dunia, bahkan berniat meminta ganti rugi.

Geng berkali-kali menyebut bahwa China juga korban dari virus tersebut dan telah banyak yang China lakukan untuk menangani pandemik ini termasuk juga memberikan banyak bantuan kepada negara lain yang terdampak.

Dengan tegas Geng mengatakan, upaya politisasi tertentu untuk mengalihkan kesalahan dari penanganan wabah yang buruk di AS kepada China, hanya akan membuka kelemahan Washington.

“AS harus tahu ini: musuhnya adalah virus, bukan China,” kata Geng. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA