Atasi Virus Corona Dengan Solusi Matematika, Seorang Profesor Nigeria Dibanjiri Kritik Dan Cemohan Warganet

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 30 April 2020, 06:50 WIB
Atasi Virus Corona Dengan Solusi Matematika, Seorang Profesor Nigeria Dibanjiri Kritik Dan Cemohan Warganet
Ilustrasi, Kota Lagos di Nigeria/Net
rmol news logo Profesor Matematika di Universitas Benin (UNIBEN), Francis Osagiede menerima kritikan dari warga Nigeria karena pernyataannya mengenai penyebaran virus corona saat wawancara bersama Otoritas Televisi Nigeria.

Video wawancaranya tersebar di media sosial dan menerima kecaman banyak pihak.

Warganet menilai profesor itu memiliki tata bahasa yang kurang bagus dan pernyataan-pernyataannya tentang tindakan pengendalian coronavirus tidak berdasar.

Dalam video yang viral itu, Osagiede menghubungkan lonjakan jumlah orang yang terinfeksi  dengan perkembangan geometris dan mengatakan jika tidak diperiksa ini akan menjadi peningkatan eksponensial.

“Yang menyebabkan meningkatnya kasus karena orang tidak 'beradaptasi' dengan aturan isolasi (karantina)," ujar Osagiede, seperti dikutip dari Premium Times, Rabu (29/4).

Pada bulan Maret, Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria merekomendasikan bahwa hanya orang-orang yang kembali dari luar negeri dan orang-orang dengan gejala harus mematuhi karantina mandiri selama 14 hari, untuk meratakan kurva infeksi.

Tetapi bagi Osagiede, menjalani isolasi selama dua minggu atau lebih berarti akan membuat pandemic dan gejalanya hilang.

"Mereka mengatakan jika Anda pergi dalam isolasi selama dua atau tiga minggu, pandemi COVID-19 dan gejalanya akan hilang," kata Osagiede. "Jika Anda mematuhi aturan yang diberikan NCDC, itu akan baik-baik saja. Ini akan berkurang secara eksponensial."

“Matematikawan adalah solusi negara ini. Banyak yang mengatakan mereka meletakkan pasak persegi dalam lubang persegi tetapi tidak demikian. Sekarang pasak persegi ditempatkan di lubang bundar.  
Mengapa kita tidak memastikan bahwa ahli matematika terbukti dalam solusi negara ini,” urai Osagiede dalam wawancara itu, ketika sang reporter menyebut ia akan memberikan perincian tentang cara mengatasi virus corona dengan menggunakan solusi matematika.

Farooq Kperogi, seorang profesor jurnalisme di Universitas Negeri Kennesaw, Amerika Serikat, mengatakan, wawancara dalam video itu cukup menghibur karena telah membuatnya tertawa.

“Ini jauh lebih lucu daripada para pelawak Nigeria yang pernah saya tonton,” kata Kperogi.

“Ketidaktahuan yang tragis tentang reporter dan profesor itu membuatku tertawa sampai aku menangis! Mereka akan menjadi duo komedi yang luar biasa,” tulis Kperogi dalam postingan Facebook. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA