Menlu Kuba: Virus Corona Tak Pernah Membeda-bedakan, Namun Dampaknya Berkali Lipat Bagi Negara Rentan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Jumat, 17 April 2020, 14:04 WIB
Menlu Kuba: Virus Corona Tak Pernah Membeda-bedakan, Namun Dampaknya Berkali Lipat Bagi Negara Rentan
Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla/Net
rmol news logo Virus corona baru (Covid-19) tidak pernah memandang batas negara, perbedaan ideologi, negara kaya atau negara miskin. Namun dampaknya akan sangat terasa bagi negara yang rentan.

Demikian yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla dalam sebuah pernyataan tertulisnya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL pada Jumat (17/4).

Parrilla mengatakan, pandemik Covid-19 telah menciptakan sebuah skenario yang sangat buruk bagi sosial-ekonomi dunia. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya jumlah korban terinfeksi virus tersebut saat ini.

"Dampaknya pada kerusakan ekonomi dunia, produksi, perdaganagn, pekerjaan, dan pendapatan jutaan orang. Pandemik muncul dan menciptakan kesenjangan ekonomi dan sosial yang luar biasa di antara negara-negara," ujar Parrilla.

Munculnya pandemik ini, dikatakan Parrilla telah memicu munculnya arus migrasi pengungsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Xenofobia dan diskriminasi rasial ikut kembali muncul.

Pandemik Covid-19, telah memperburuk kondisi dunia, khsuusnya negara-negara berkembang. Di mana sebelum kasus pertama teridentifikasi, ada 820 juta orang menderita kelaparan di seluruh dunia. Ada 2,2 miliar orang tanpa akses air besih. Ada 4,2 miliar orang tanpa akses sanitasi yang aman, sementara 3 miliar tidak memiliki fasilitas untuk cuci tangan.

Itu semua terjadi, ketika negara maju, kata Parrilla, menghabiskan uang sebesar 6,7 miliar dolar setiap tahunnya hanya untuk iklan. Dan sebesar 1,8 triliun dolar untuk militer dihabiskan.

"Itu semua sama sekali tidak berguna dalam perang melawan ancaman Covid-19," katanya.

Virus corona baru tidak pernah membeda-bedakan. Namun, dampak yang dihasilkannya akan berlipat ganda pada pihak-pihak yang lebih rentan.

"Dampak yang menghancurkan berlipat ganda di sana, di mana orang-orang yang paling rentan dan mendapatkan penghasilan terendah tinggal, di negara miskin dan berkembang," ujar Parrilla.

Untuk itu, Parrilla meminta agar komunitas internasional untuk bersatu menghadapi ancaman global pandemik Covid-19.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan kerja sama dan peran utama dari organisasi internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA