"Saya telah perintahkan mereka bersiap. Polisi dan militer akan memaksa social distancing dan jam malam. Ini akan seperti darurat sipil. Kalian pilih," kata Duterte dalam pidatonya, Kamis (16/4), mengutip
Philippine Daily Inquirer, Jumat (17/4).
Ia berterus terang merasa kecewa dan geram karena semakin banyak warganya yang mengabaikan aturan lockdown.
"Saya hanya meminta Anda disiplin. Jika Anda tidak mau, militer dan polisi akan mengambil alih. Saya memerintahkan mereka untuk bersiap saat ini," kata Duterte lagi.
Seandainya lockdown tak berjalan efektif sampai 30 April, Duterte memastikan, pasukan keamanan akan turun tangan untuk menegakkan pedoman sosial menjaga jarak dan perintah tinggal di rumah.
"Ini akan seperti darurat militer," ujarnya, memperingatkan.
Hingga saat ini ada 5.660 penderita virus corona di Filipina dengan 362 kematian.
Sebelumnya, Duterte mengatakan aturan perintah physical (social) distancing diperkirakan masih akan dilakukan hingga vaksin corona berhasil ditemukan.
Aturan darurat sipil ia tekankan setelah menerima kabar beberapa distrik di Manila mengadakan pertandingan tinju dan adu ayam. Padahal di wilayah telah diberlakukan aturan lockdown sejak Maret lalu.
Duterte juga mengaku melihat kerumunan dalam jumlah besar di pasar serta aktivitas kendaraan bermotor yang menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan utama menuju Manila, dan warga yang menggelar pesta minuman di jalan-jalan.
Wali Kota Manila Isko Moreno terpaksa menutup perbatasan distrik berpenduduk 40.000 jiwa selama 24 jam.
Warga Filipina banyak yang benar-benar membuat aparat kesal. Dalam tayangan video pada akun Facebook yang viral menunjukkan sekitar 100 orang berdempetan menonton pertandingan tinju amatir.
Duterte pernah mengeluarkan perintah tembak mati bagi warga Filipina yang melawan petugas medis dan aparat ketika diperintahkan di rumah.
"Jika orang melawan atau nyawa kalian terancam, tembak mati!" kata Duterte.
BERITA TERKAIT: