Setelah mendesak Amerika Serikat untuk memenuhi kewajibannya kepada WHO, China kembali menegaskan dukungannya kepada organisasi kesehatan di bawah naungan PBB tersebut.
Dukungan itu disampaikan oleh perwakilan tetap China untuk PBB, Zhang Jun dalam sepucuk surat yang dikirimkannya kepada Presiden Sesi ke-74 Majelis Umum PBB, Tijjani Muhammad-Bande, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dan perwakilan tetap negara-negara anggota PBB pada Kamis (16/4).
Dalam surat itu, Zhang mengatakan China telah dengan kuat mendukung PBB, khususnya WHO dalam memainkan peran utama dan mengoordinasikan kerja sama internasional untuk memerangi virus sejak wabah muncul.
"Sebagai badan khusus PBB yang bertanggung jawab untuk masalah kesehatan masyarakat, WHO memainkan peran penting dalam respons epidemi," tulis Zhang seperti yang dikutip
CGTN.
"Di bawah kepemimpinan Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus, WHO menjunjung tinggi sikap ilmiah, objektif, dan tidak memihak, serta memberikan panduan dan bantuan aktif kepada negara-negara di seluruh dunia, memberikan kontribusi penting bagi kerja sama internasional melawan epidemi," lanjutnya.
Zhang juga menekankan bahwa China selalu memperbarui laporan mengenai Covid-19 kepada WHO secara terbuka, transparan, dan bertanggung jawab.
"Setelah Covid-19 pecah, China segera melaporkan kepada WHO, berbagi dengannya dan komunitas internasional (tentang) urutan genetik dan pengalaman pencegahan serta pengobatan China tanpa syarat," ungkap Zhang.
Sebelumnya, jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan, China telah menyumbangkan sebesar 20 juta dolar AS kepada PBB dan akan terus memberikan dukungan serta bantuannya kepada WHO sesuai dengan kamampuan China.
"China dengan tegas menentang segala upaya untuk melemahkan WHO, yang perannya sangat diperlukan pada tahap penting ini," lanjut Zhang dalam suratnya.
Lebih lanjut, Zhang juga menggarisbawahi peran aktif China untuk berkontribusi dalam tanggapan Dewan Keamanan PBB untuk pandemik, di mana China telah menunjukkan dukungannya kepada lebih dari 130 negara.
"China menyediakan pasokan medis, berbagi pengalaman, mengirim tim ahli dan membantu pengadaan komersial. Virus tidak mengenal batas atau akar. Tidak ada negara yang dapat menghalangi dirinya sendiri dari dampaknya," kata Zhang,
"Peralihan menyalahkan dan pengkambinghitaman tidak akan membantu fokus pada respons pandemik, tetapi hanya memecah komunitas internasional dan membahayakan kerja sama anti-epidemi internasional," imbuhnya.
"Kami dengan tegas menentang tindakan yang salah seperti memberi label, mempolitisasi dan menstigmatisasi, suatu posisi yang dimiliki bersama oleh komunitas internasional," pungkas Zhang.
BERITA TERKAIT: