Wabah virus corona baru ternyata tidak bisa membuat perundingan yang dilakukan pada Rabu malam (15/4) itu berjalan dengan lancar.
Ketidaksepakatan Netanyahu dan Gantz berada pada keputusan pemulihan ekonomi setelah wabah dan pelonggaran penguncian Israel, seperti dilansir
Reuters.
Padahal, keduanya telah menegosiasikan kesepakatan pembagian kekuasaan di mana Netanyahu masih akan berkuasa selama 18 bulan ke depan. Setelah itu, gantz akan mengambil alih.
Dengan ketidaksepakatan keduanya, upaya Presiden Reuven Rivlin yang memberikan mandat kepada Gantz untuk membuat pemerintahaan persatuan pun gagal.
Pasalnya, sesuai mandat, Gantz hanya memiliki waktu hingga Senin (13/4) yang diperpanjang sampai Rabu (15/4) untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Netanyahu.
Jika Netanyahu dan Gantz tidak mencapai kesepakatan, parlemen akan memilih seorang kandidat yang akan diberikan waktu selama 14 hari untuk membentuk pemerintahan. Jika gagal, Israel akan kembali mengadakan pemilihan umum ulang untuk ke empat kalinya.
Pada awalnya, Gantz yang merupakan oposisi diketahui enggan bekerjasama dnegan Netanyahu yang didakwa atas tuduhan korupsi. Namun, wabah virus corona telah mendorong Gantz untuk mengingkari janjinya yang membuat marah para pendukungnya yang juga merupakan anti-Netanyahu.
Hingga saat ini, Israel telah melaporkan lebih dari 12.500 kasus Covid-19 dengan setidaknya 130 orang meninggal dunia.
BERITA TERKAIT: