Hari itu, Selasa (14/4), Ermando Piveta mengenakan topi tentara kebanggaannya, lalu memberi hormat dari kursi roda kepada pada petugas medis.
Ia akhirnya bisa menghirup udara bebas, keluar dari Rumah Sakit Angkatan Bersenjata di Brasilia dengan tepuk tangan dari staf medis dan diiringi terompet tentara. Seakan memenangkan perang yang mematikan.
Itu bukan lah sebuah pernyataan berlebihan. Pasalnya, virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu sudang merenggut lebih dari 126.000 nyawa manusia di Bumi.
"Memenangkan pertempuran ini bagiku lebih besar daripada memenangkan perang," kata Piveta yang mengisahkan perjuangannya melawan sang musuh yang tak terlihat.
"(Jika) dalam perang kamu harus membunuh atau hidup. Di sini kamu harus berjuang untuk hidup," sambungnya seperti dilansir
Reuters.
Piveta adalah letnan dua di pasukan Angkatan Darat Brasil selama Perang Dunia II dan bertugas di Afrika.
Ia dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru pada dua pekan lalu dan menghabiskan dua hari di unit perawatan intensif (ICU) setelah didiagnosa menderita pneumonia.
Kendati begitu, ia dikabarkan tidak menggunakan ventilator dan cepat pulih karena fisiknya yang baik. Kehidupan militer Piveta telah membawanya menjadi seorang lelaki yang kuat dan panjang umur.
Keluarnya Piveta dari rumah sakit seakan menjadi sinar mentari di tengah mendung yang membayangi Brasil.
Data dari Univeristas Johns Hopkins pada Rabu (15/4) menunjukkan, virus corona baru telah menginfeksi sebanyak 25.262 orang di Brasil dengan 1.532 orang meninggal dunia.
BERITA TERKAIT: