Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Universitas Johns Hopkins yang dilaporkan oleh
Channel News Asia, angka kematian akibat Covid-19 di AS dalam kurun waktu 24 jam pada Selasa malam (14/4) adalah 2.228 jiwa.
Dengan angka tersebut, saat ini sebanyak 25.757 orang meninggal dunia di AS, yang merupakan angka kematian tertinggi sebuah negara di dunia.
Meningkatnya angka kematian di AS akibat virus corona baru atau SARS-CoV-2 tersebut semakin memperbesar suara penolakan rencana pembukaan sektor ekonomi yang dicanangkan Presiden Donald Trump pada 1 Mei.
Misalnya saja Gubernur New York, Andrew Cuomo yang mengatakan tidak akan melonggarkan pembatasan jika hal itu justru membahayakan kesehatan masyarakat.
"Kami tidak memiliki King Trump, kami memiliki Presiden Trump," kata Cuomo.
Menanggapi Cuomo, Trump dalam akun Twitternya menggambarkan Cuomo sebagai gubernur yang skeptis dalam film Mutiny On The Bounty.
Namun dalam konferensi persnya, Trump mengatakan tidak akan memaksa gubernur untuk membuka sektor ekonomi.
"Saya tidak akan menekan gubernur manapun untuk membuka (ekonomi)," kata Trump.
BERITA TERKAIT: