Tertinggi Dalam 24 Jam, Angka Kematian Baru Covid-19 Di AS Mencapai 2.228 Jiwa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-meiliana-gunawan-1'>SARAH MEILIANA GUNAWAN</a>
LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Rabu, 15 April 2020, 09:48 WIB
Tertinggi Dalam 24 Jam, Angka Kematian Baru Covid-19 Di AS Mencapai 2.228 Jiwa
Pasien corona/Net
rmol news logo Amerika Serikat mencatatkan kembali rekor angka kematian tertinggi selama 24 jam setelah selama dua hari berturut-turut mengalami penurunan.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Universitas Johns Hopkins yang dilaporkan oleh Channel News Asia, angka kematian akibat Covid-19 di AS dalam kurun waktu 24 jam pada Selasa malam (14/4) adalah 2.228 jiwa.

Dengan angka tersebut, saat ini sebanyak 25.757 orang meninggal dunia di AS, yang merupakan angka kematian tertinggi sebuah negara di dunia.

Meningkatnya angka kematian di AS akibat virus corona baru atau SARS-CoV-2 tersebut semakin memperbesar suara penolakan rencana pembukaan sektor ekonomi yang dicanangkan Presiden Donald Trump pada 1 Mei.

Misalnya saja Gubernur New York, Andrew Cuomo yang mengatakan tidak akan melonggarkan pembatasan jika hal itu justru membahayakan kesehatan masyarakat.

"Kami tidak memiliki King Trump, kami memiliki Presiden Trump," kata Cuomo.

Menanggapi Cuomo, Trump dalam akun Twitternya menggambarkan Cuomo sebagai gubernur yang skeptis dalam film Mutiny On The Bounty.

Namun dalam konferensi persnya, Trump mengatakan tidak akan memaksa gubernur untuk membuka sektor ekonomi.

"Saya tidak akan menekan gubernur manapun untuk membuka (ekonomi)," kata Trump. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA