Dilaporkan oleh kantor berita Xinhua pada Selasa (14/4) seperti dimuat
Sputnik, pemerintah China telah menyetujui fase satu dan uji klinis untuk dua vaksin eksperimental terhadap Covid-19
Kedua vaksin tersebut dikembangkan oleh Wuhan Institute of Biological Products dan unit Sinovac Biotech yang telah terdaftar di Nasdaq, Beijing, bersama dengan lembaga penelitian ilmiah lainnya.
Sebelumnya, salah satu pakar medis China, Wang Kaili, mangatakan bahwa vaksin untuk virus corona yang saat ini sedang dikembangkan oleh China baru saja memasuki tahap pertama uji klinis, dan mungkin akan memakan waktu lebih dari satu tahun untuk menyelesaikannya.
Uji klinis vaksin pertama yang dikembangkan di China dimulai pada pertengahan Maret, dengan 108 sukarelawan mengambil bagian di dalamnya.
Vaksin itu dikembangkan oleh Akademi Ilmu Kedokteran Militer China dan perusahaan bioteknologi yang terdaftar di HK, CanSino Bio.
Vaksin itu juga menjadi salah satu vaksin andalan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama dengan dua vaksin lainnya yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Amerika Serikat.
Data dari Universitas Johns Hopkins, virus corona baru saat ini sudah menginfeksi lebih dari 1,9 juta orang di dunia dengan 119.686 orang dilaporkan telah meninggal dunia.
Dari angka tersebut, sebanyak 453.289 orang dinyatakan telah pulih. Sementara 2,9 juta orang juga telah melakukan tes Covid-19.
BERITA TERKAIT: