Dari pertemuan tersebut, dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, muncul sebuah deklarasi yang memuat tujuh poin utama atau keputusan.
"Pertama, pentingnya memperkuat kerja sama untuk melawan Covid-19, antara lain saling tukar informasi, best practices, pengembangan research, pengembangan epidemiologi, clinical treatment, dan lain-lain,' ujar Retno usai pertemuan tersebut.
Selanjutnya adalah pentingnya memberikan perlindungan bagi warga negara anggota ASEAN. Lalu memperkuat komunikasi publik dan pentingnya upaya memerangi stigmatisasi dan juga diskriminasi.
Lebih lanjut, para pemimpin ASEAN juga berkomitmen untuk mengambil aksi bersama dan kebijakan terkoordinasi untuk memitigasi dampak ekonomi dan sosial dari pandemik.
"Disini, para pemimpin ASEAN meminta agar para menteri ekonomi ASEAN dapat mengimplementasikan hasil pertemuan pada 10 Maret dan para pemimpin juga meminta para menteri ekonomi menindaklanjuti dalam rangka mempersiapkan ketika pandemik berakhir atau masa recovery," papar Retno.
"Dalam konteks sosial ekonomi, para pemimpin ASEAN memberikan perhatian terhadap UMKM dan kelompok rentan lainnya," sambungnya.
Selain itu, pentingnya pendekatan komprehensif yang melibatkan multi-stakeholder dan multi sektor juga menjadi poin utama dalam pertemuan tersebut.
"Keenam, menugaskan para menteri ekonomi ASEAN untuk memastikan berjalannya supply chain connectivity sehingga perdagangan dapat terus berjalan," ujar Retno.
Dan teakhir, mendukung realokasi transfund ASEAN guna membantu asean dalam menangani Covid-19 .
BERITA TERKAIT: