Konser itu dilakukan dari Gereja Katedral Milan yang senyap, dan disiarkan langsung ke jutaan orang di seluruh dunia di tengah pandemik Covid-19.
Bocelli menyanyikan empat lagu di dalam gedung Gothic yang megah itu, didampingi hanya oleh seorang organis. Konser diakhiri dengan lagu 'Amazing Grace'. Siaran langsung itu diwarnai montase gambar yang menunjukkan jalan-jalan kosong di Paris, London dan New York, melansir
CNA, Senin (14/4).
Pertunjukan Music for Hope, itu juga disiarkan di YouTube dari katedral Duomo Milan, dan ditonton lebih dari 22 juta kali.
Bocelli merasa terhormat mendapat kepercayaan menyumbangkan suaranya pada perayaan Paskah yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sejauh ini gereja-gereja ditutup, begitu juga sekolah, toko, dan jalan-jalan dilakukan pembatasan.
"Pada hari di mana kami merayakan kemenangan, saya merasa terhormat dan dengan senang hati menjawab 'Si' atas undangan Kota dan Duomo Milan," kata Bocelli yang merupakan bintang tunanetra asal Italia dalam sebuah pesan yang diputar sebelum konser pendek.
"Berkat musik, jutaan tangan digenggam di mana-mana di seluruh dunia, kita akan memeluk hati dan mengetuk Bumi yang terluka ini," kata Bocelli.
Konser itu mendapat sambutan luar biasa pada saluran You Tube. Saat penjuru Italia, terutama Lombardy terpukul atas wabah ini dan harus melakukan lockdown, konser nyanyian Bocelli bagai kesejukan yang meredam kegelisahan hati umatnya.
"Andrea Bocelli adalah hadiah sejati dari Tuhan. Ini indah dan hanya apa yang perlu saya lihat dan rasakan saat ini. Terima kasih Pak Bocelli karena berbagi hadiah suara dan musik Anda dengan kami," tulis pemirsa YouTube Peggy Young yang merasa terhibur oleh kesejukkan yang didapatnya.