Semua upaya, mulai dari menyemprot disinfektab secara teratur di tempat-tempar umum, menutup sekoklah hingga universitas, dan membatalkan pertemuan-pertemuan umum terus dilakukan.
Pemerintah bersama dengan Angkatan Bersenjata juga telah menyiapkan rumah sakit darurat dan klinik untuk memeriksa suspect pasien corona.
"Tapi sanksi AS telah menghambat upaya tersebut," demikian keterangan dalam sebuah video yang diunggah oleh
Press TV.
Pada dasarnya, sanksi AS telah membuat Iran kesulitan untuk mendapatkan pasokan medis yang menjadi senjata utama untuk melawan virus.
"Mereka telah menghalangi impor pasokan medis vital, dan menguras sumber daya ekonomi Iran, sehingga merusak kemampuan negara untuk melawan virus sebagai hasilnya," lanjut keterangan video tersebut.
Walaupun desakan dari berbagai pihak telah bermunculan agar AS mencabut sanksinya, namun itu tidak dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump.
Saat ini, para ahli sendiri mengingatkan, jika AS terus memberlakukan sanksinya, maka akan berdampak buruk. Bukan hanya bagi Iran, namun juga kawasan dan bahkan semua negara.
BERITA TERKAIT: