Kementerian Pertahanan Nasional Turki menginformasikan, patroli gabungan kedua negara melibatkan unit angkatan darat dan drone di Distrik Darbasiyah, Hasakah, Suriah perbatasan perbatasan Turki, Jumat (1/11). Kementerian menyertakan beberapa foto patroli.
Seperti dimuat
TSK, sesuai dengan kesepakatan Sochi yang dilakukan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (22/10), patroli seharusnya dilakukan pada awal pekan, namun ditunda.
Dalam kesepakatan tersebut, Rusia akan "memfasilitasi penghapusan" Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dari daerah perbatasan untuk membantu Turki menciptakan zona aman sepanjang 30 Km. Kesepakatan tersebut menyatakan para pejuang YPG Turki yang juga didominasi oleh SDF harus meninggalkan daerah yang nantinya akan menjadi zona aman.
Untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Turki dan Rusia setuju untuk melakukan patroli gabungan dan masuk ke wilayah Suriah hingga 10 Km.
Hal ini pun disetujui oleh Komando Umum SDF pada Minggu (27/10). Mereka menyatakan telah menyetujui kesepakatan untuk memindahkan unit SDF ke posisi baru yang jauh dari perbatasan Turki dan Suriah guna menghentikan pertumpahan darah dan untuk melindungi penduduk daerah dari serangan Turki.
Sejak Rabu (9/11), Turki melancarkan operasi Perdamaian Musim Semi ke Suriah. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan untuk tidak ikut bagian dalam operasi tersebut dan menarik mundur pasukannya dari perbatasan.
BERITA TERKAIT: