"Perdana Menteri meninjau perkembangan situasi keamanan dan kondisi telah kembali normal setelah jam malam dicabut, serta mengkonfirmasi bahwa pasukan keamanan telah kembali menguasai keadaan dan stabilitas telah dipulihkan," demikian pernyataan kantor Abdul Mahdi, Senin (7/10).
Meski tidak memberikan rincian lebih lanjut, namun
Reuters mengabarkan Menlu Pompeo percaya bahwa pasukan keamanan dan pemerintah Irak dapat mengembalikan situasi kembali damai.
Dalam pernyataan tersebut, pemerintah Irak juga mengaku telah mengajukan paket reformasi dan akan terus menciptakan lebih banyak kebijakan untuk memenuhi tuntutan para pengunjuk rasa.
Dalam tuntutannya, para pengunjuk rasa mendesak pemerintah untuk memberantas korupsi, menyediakan lapangan pekerjaan, hingga meningkatkan pelayanan publik.
Diketahui unjuk rasa di Irak berakhir bentrok pada Minggu malam (6/10). Setidaknya delapan orang tewas dalam bentrokan kemarin. Menjadikan jumlah korban tewas selama 6 hari terakhir mencapai 109 orang dan luka-luka lebih dari 6.000 orang.
BERITA TERKAIT: