Arab Saudi justru disebut Abdul Mahdi ingin mengurangi ketegangan dengan musuh bebuyutannya tersebut. Hal itu ia sampaikan beberapa hari setelah melakukan pertemuan dengan Raja Salman.
"Tidak ada yang memiliki senjata yang diperlukan untuk menghadapi musuh mereka. Kekacauan dan kehancuran akan menghantam wilayah itu secara keseluruhan," ujar Abdul Mahdi dalam wawancara dengan
Al Jazeera, Senin (30/9).
Abdul Mahdi menambahkan, semua pihak saat ini punya kepentingan yang sama untuk mencegah adanya perang lebih lanjut di wilayah Teluk. Oleh karena itu, menyelesaikan konflik di Yaman merupakan kunci untuk mencapai perdamaian regional.
Dalam wawancaranya, Abdul Mahdi juga mengharapkan semua orang terbuka untuk berdialog. Mengingat Iran bersedia untuk melakukan negosiasi jika sanksi dicabut. Sementara AS dan Arab Saudi juga tidak menutup pintu dialog.
"Ada banyak negara, dan Irak adalah salah satu yang dapat menawarkan solusi atau tempat solusi ditemukan," ujar Abdul Mahdi.
Sebuah media Irak bahkan melaporkan Abdul Mahdi mempunyai rencana untuk mengunjungi Iran untuk membantu mengurangi ketegangan di regional.
BERITA TERKAIT: