Associated Press melaporkan, di beberapa tempat pemungutan suara di Kabul, pemilih sudah berbaris sebelum tempat pemungutan dibuka, bahkan para pekerja pemilu juga belum tiba.
Seorang penjaga keamanan tempat pemungutan suara, Imam Baksh menuturkan, ia tidak khawatir tentang keselamatannya. Dia justru lebih memikirkan siapa yang akan dipilih sebagai Presiden Afganistan untuk periode ini.
Rakyat Afganistan memang menunggu-nunggu momen ini. Ketakutan dan frustasi pada korupsi telah memenuhi pikiran penduduk di negara berkonflik ini, terutama setelah pembicaraan damai AS dan Taliban runtuh beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, diketahui terdapat serangan bom di sebuah masjid tempat pemungutan suara. Menurut seorang dokter di rumah sakit Kota Kandahar, serangan tersebut melukai 15 orang, termasuk seorang petugas polisi dan beberapa staf pemilu.
Dalam pemilu kali ini, Presiden Ashraf Ghani harus berhadapan dengan pesaing utamanya, Abdullah Abdullah, yang menuduh Ghani telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan.
BERITA TERKAIT: