"Kami menawarkan bantuan sepanjang waktu, kami memiliki pesawat terbang khusus untuk menyemprotkan air. Saya pikir itu bisa digunakan. Saya tidak tahu mengapa Indonesia tidak menerima bantuan kami," ujar Mahathir dalam konferensi pers dilansir
Straits Times, Kamis (19/9).
Atas sikap penolakan tersebut, dalam waktu dekat ia berencana untuk menanyakan langsung kepada Presiden Jokowi.
Hingga kini, pemerintah Indonesia masih terus melakukan upaya pemadaman Karhutla yang terjadi di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga terus memburu para pelaku Karhutla yang melibatkan instansi dan individu, bahkan pihak asing. Sejauh ini, sudah 230 orang ditetapkan tersangka dan lima orang dari korporasi.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: