Â
Pihak Honda mengumumkan keputusan itu pada konferensi pers di Tokyo pada hari Selasa (19/2). Presiden sekaligus CEO Honda, Takahiro Hachigo, mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan itu didasarkan pada apa yang paling masuk akal untuk daya saing globalnya mengingat kebutuhan untuk mempercepat produksi kendaraan elektrik.
Â
Meski begitu, dipastikan bahwa rencana penutupan pabrik bukan dikarenakan Brexit.
Â
"Kami masih belum tahu perubahan apa yang akan dilakukan Brexit pada saat ini," kata Hachigo.
Â
"Kita harus menunggu sampai kita punya ide yang lebih baik tentang situasi ini," tambahnya seperti dimuat
Al Jazeera.
Â
Hachigo mengatakan perusahaan akan segera memulai diskusi dengan pekerja yang terkena dampak di pabrik di Swindon.
Â
"Saya sangat menyesali ini," katanya.
[mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: