
Pendiri Huawei Ren Zhengfei mengatakan bahwa penangkapan putrinya di Kanada bermotif politik.
Â
Putrinya, Meng Wanzhou yang juga merupakan Kepala Keuangan Huawei ditangkap 1 Desember lalu di Vancouver atas perintah Amerika Serikat.
Â
"Pertama, saya keberatan dengan apa yang telah dilakukan Amerika Serikat. Tindakan bermotivasi politik semacam ini tidak dapat diterima," kata Ren kepada
BBC dalam sebuah wawancara.
Â
Meng didakwa melakukan penipuan bank dan kawat untuk melanggar sanksi Amerika terhadap Iran.
Â
Sementara itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat membantah tuduhan itu bermotivasi politik.
Â
"Kasus pidana Departemen Kehakiman terhadap Huawei CFO Meng Wanzhou hanya didasarkan pada bukti dan hukum," kata juru bicara Nicole Navas seperti dimuat Reuters.
Â
"Departemen mengejar kasus-kasus yang bebas dari campur tangan politik dan mengikuti bukti dan aturan hukum dalam mengejar tuntutan pidana," sambungnya.
Â
Huawei, bersama dengan perusahaan peralatan jaringan China lainnya, ZTE Corp, telah dituduh oleh Amerika Serikat bekerja atas perintah pemerintah China. Amerika Serikat mengatakan peralatan mereka dapat digunakan untuk memata-matai orang Amerika. Huawei telah berulang kali membantah klaim tersebut.
Â
Mengomentari keprihatinan mata-mata, pendiri Huawei menegaskan kembali bahwa perusahaan tidak akan pernah melakukan kegiatan mata-mata. [mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: