Identitas penyerang tidak segera jelas. Namun pasukan penjaga perdamaian PBB dan pasukan Perancis ditempatkan di Mali utara untuk memerangi kelompok-kelompok jihadis bersenjata yang dipandang sebagai ancaman paling besar terhadap keamanan di seluruh wilayah Sahel Afrika.
Bentrokan itu terjadi di dekat Aguelhok. Misi penjaga perdamaian PBB di Mali (MINUSMA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan dilakukan oleh sejumlah pria bersenjata di banyak kendaraan bersenjata.
Dikabarkan
Reuters, kesepakatan damai 2015 yang ditandatangani oleh pemerintah Mali dan kelompok-kelompok separatis telah gagal mengakhiri kekerasan. Kelompok Islam juga melakukan serangan terhadap sasaran-sasaran penting di ibukota, Bamako, dan di negara tetangga, Burkina Faso dan Pantai Gading.
Pasukan Perancis melakukan intervensi di Mali pada 2013 untuk mengusir para pejuang yang telah membajak sebuah pemberontakan Tuareg setahun sebelumnya, dan sekitar 4.000 tentara Prancis tetap di sana.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: