Fenomena alam ini hanya terjadi selama bulan purnama, terjadi ketika bumi berbaris di antara matahari dan bulan, menghalangi cahaya matahari dan melemparkan bayangan di permukaan bulan.
Menurut NASA, bagian supermoon dari peristiwa ini terjadi ketika bulan purnama berada pada titik terdekat dari orbit ke Bumi atau disebut perigee. Bulan terlihat lebih terang 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya. Itulah mengapa nampak lebih terang dan lebih besar dari bulan purnama.
Supermoon akhir pekan ini adalah yang pertama terjadi pada tahun 2019 ini. Diperkirakan tahun ini akan terjadi tiga kali fenomena supermoon, menurut
EarthSky. Supermoon kedua akan berlangsung 19 Februari dan yang ketiga pada 21 Maret.
Supermoon akan terlihat dari sejumlah wilayah Amerika Utara dan Selatan, Eropa, dan Afrika Barat. Sedangkan gerhana bulan parsial akan terlihat di sejumlah wilayah di Afrika Tengah dan Timur dan Asia.
Situs
Time and Date membuat daftar wilayah mana saja yang akan dapat melihat fenomena tersebut. Berikut daftar wilayah yang dapat melihat fenomena gerhana bulan total.
1. Kairo, Mesir
2. Ankara, Turki
3. Lisbon, Portugal
4. Budapest, Hungaria
5. Athena, Yunani
6. Paris, ÃŽle-de-France, Prancis
7. Guatemala City, Guatemala
8. Roma, Italia
9. Havana, Kuba
10. Madrid, Spanyol
11. Washington DC, Distrik Columbia, AS
12. Brussels, Brussels, Belgia
13. London, Inggris, Inggris
14. New York, New York, AS
15. Los Angeles, California, AS
16. Moskow, Moskow, Rusia
17. Chicago, Illinois, AS
18. Detroit, Michigan, AS
19. Buenos Aires, Argentina
20. Mexico City, Ciudad de México, Meksiko.
[mel]
BERITA TERKAIT: