"Jika sebuah kesepakatan tidak mungkin, dan tidak ada yang menginginkannya, maka siapa yang akhirnya berani mengatakan apa satu-satunya solusi positif itu?" tulis Tusk di akun Twitternya (Rabu, 16/1).
Dikabarkan
BBC, komentar itu dibuat Tusk sehari setelah anggota parlemen Inggris memilih dengan 432 suara untuk menolak kesepakatan dan 202 suara mendukung. Keepakatan itu diusung dann dinegosiasikan oleh May dengan Uni Eropa dan berisi penetapan persyaratan hengkangnya Inggris dari Uni Eropa pada tanggal 29 Maret mendatang.
Itu adalah kekalahan terbesar bagi pemerintah yang duduk dalam sejarah, dengan 118 suara menentang datang dari Partai Konservatif Perdana Menteri Theresa May sendiri.
Hal ini telah menimbulkan lebih banyak keraguan pada proses Brexit, dan lebih buruk lagi, pemimpin Partai Buruh oposisi, Jeremy Corbyn, telah mengajukan mosi tidak percaya pada pemerintah.
[mel]
BERITA TERKAIT: