Kesepakatan Brexit Gagal Di Parlemen, Inggris Harus Tinggal Di Uni Eropa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 16 Januari 2019, 23:10 WIB
Kesepakatan Brexit Gagal Di Parlemen, Inggris Harus Tinggal Di Uni Eropa
Donald Tusk/Net
rmol news logo Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengisyaratkan bahwa Inggris harus tetap tinggal di Uni Eropa setelah kesepakatan Brexit yang didorong oleh Perdana Menteri Theresa May ditolak oleh parlemen Inggris.

"Jika sebuah kesepakatan tidak mungkin, dan tidak ada yang menginginkannya, maka siapa yang akhirnya berani mengatakan apa satu-satunya solusi positif itu?" tulis Tusk di akun Twitternya (Rabu, 16/1).

Dikabarkan BBC, komentar itu dibuat Tusk sehari setelah anggota parlemen Inggris memilih dengan 432 suara untuk menolak kesepakatan dan 202 suara mendukung. Keepakatan itu diusung dann dinegosiasikan oleh May dengan Uni Eropa dan berisi penetapan persyaratan hengkangnya Inggris dari Uni Eropa pada tanggal 29 Maret mendatang.

Itu adalah kekalahan terbesar bagi pemerintah yang duduk dalam sejarah, dengan 118 suara menentang datang dari Partai Konservatif Perdana Menteri Theresa May sendiri.

Hal ini telah menimbulkan lebih banyak keraguan pada proses Brexit, dan lebih buruk lagi, pemimpin Partai Buruh oposisi, Jeremy Corbyn, telah mengajukan mosi tidak percaya pada pemerintah. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA