PM Inggris Bersiap Hadapi Mosi Tidak Percaya Dari Parlemen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 16 Januari 2019, 19:43 WIB
rmol news logo Pemerintahan Inggris di bawah pimpinan Perdana Menteri Theresa May menghadapi mosi tidak percaya setelah anggota parlemen menolak kesepakatan Brexit yang diusungnya.

Kesepakatan yang didorong dan dinegosiasikan oleh May dengan Uni Eropa jelang tenggat waktu untuk hengkangnya Inggris dari Uni Eropa itu kalah dalam pemungutan suara di parlemen (Selasa, 15/1). Lebih buruk dari itu, Partai Buruh meluncurkan upaya mosi tidak percaya yang bisa memicu pemilihan umum.

Dikabarkan BBC, parlemen Inggris akan menggelar pemungutan suara mengenai mosi tidak percaya tersebut pada Rabu sore ini (16/1) waktu setempat.

May sendiri mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia akan kembali ke parlemen dengan rencana alternatif minggu depan, asalkan dia selamat dari mosi percaya.

"Parlemen telah berbicara dan pemerintah ini akan mendengarkan," kata May pada Selasa malam. Dia menawarkan pembicaraan lintas partai untuk menentukan jalan ke depan.

David Cameron, yang mengundurkan diri sehari setelah Inggris memberikan suara pada tahun 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa, mengatakan dia berharap May akan memenangkan pemilihan malam ini. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA