Pertumpahan Darah, Kecurangan Dan Intimidasi Warnai Pemilu Bangladesh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 30 Desember 2018, 21:47 WIB
Pertumpahan Darah, Kecurangan Dan Intimidasi Warnai Pemilu Bangladesh
Antiran di TPS Bangladesh/BBC
rmol news logo Pemilihan umum yang digelar Bangladesh diwarnai bentrokan yang berujung pada pertumpahan darah sejak beberapa waktu terakhir. Pemungutan suara sendiri sendiri digelar pada hari ini (Minggu, 30/12).

Tercatat setidaknya ada 17 orang meninggal dunia dalam bentrok yang terjadi antara pendukung partai yang berkuasa dan oposisi selama masa pemilu yang berlangsung sengit kali ini.

Komisi Pemilihan Bangladesh mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah mendengar tuduhan kecurangan suara di seluruh negeri. Pihak komisi pemilihan akan segera menyelidiki laporan kecurangan tersebut.

Dalam pemungutan suara hari ini, ada sekitar 600.000 personel keamanan dikerahkan di seluruh negeri untuk mencegah bentrokan.

BBC melaporakan, di sejumlah tempat pemungutan suara, hanya agen pemungutan suara partai yang berkuasa yang diizinkan hadir.

Bukan hanya itu, ada setidaknya 28 kandidat dari aliansi oposisi utama mundur sebelum pemungutan suara ditutup, dengan tuduhan kecurangan dan intimidasi suara.

Tercatat ada lebih dari 100 juta orang memenuhi syarat untuk memilih dalam pemilu hari ini. Namun laporan menunjukkan jumlah pemilih rendah. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA