Juru bicara Komisi Pengaturan Telekomunikasi Bangladesh, Zakir Hussain Khan memastikan hal tersebut segera berlaku.
"Keputusan telah diambil untuk mencegah rumor dan propaganda seputar pemungutan suara," kata Zakir seperti dimuat
Al Jazeera.
Hari ini merupakan pesta demokrasi bagi warga Bangladesh di mana mereka akan memilih anggotabparlemen. Namun, ada kekhawatiran bahwa kekerasan dan intimidasi dapat membuat banyak pemilih menjauh.
Bukan tanpa alasan, pasalnya, Perdana Menteri Sheikh Hasina yang telah menjabat selama satu dekade khawatir bahwa kekuatan partai berkuasanya akan terganggu oleh oposisi di tengah tuduhan penangkapan massal dan pemenjaraan aktivis dan kritikus, penghilangan paksa dan pembunuhan di luar proses hukum.
Demi menjaga situasi agar tetap aman, pemerintah Bangladesh mengerahkan lebih dari 600 ribu pasukan keamanan ke seluruh negeri sebelum pemilihan.
[mel]
BERITA TERKAIT: