Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara tersebut berjanji untuk memperdalam hubungan bilateral di masa depan. Namun tidak dirilis lebih lanjut sektor-sektor apa saja yang dibahas dalam pertemuan itu,
Meski begitu, pertemuan itu tidakl mencakup pembahasan soal pemindahan kedutaan besar Brazil dari Tel Aviv ke Yerusalem.
"Israel adalah tanah perjanjian. Brasil adalah tanah perjanjian," kata Netanyahu dalam pertemuan itu.
Dia menambahkan bahwa Israel dapat membantu di bidang-bidang seperti ekonomi, keamanan, pertanian dan sumber daya air.
Sementara itu, Bolsonaro yang akan resmi menjadi Presiden Brasil pekan depan, akan mengunjungi Israel pada bulan Maret tahun depan sebagai cara untuk berterima kasih kepada Netanyahu atas isyarat tersebut.
"Kami akan memulai pemerintahan yang sulit mulai Januari, tetapi Brasil memiliki potensi," kata Bolsonaro.
"Agar kita dapat mengatasi rintangan, kita membutuhkan sekutu yang baik, teman baik, saudara yang baik, seperti Benjamin Netanyahu," sambungnya seperti dimuat
Reuters.
Dalam kunjungan tersebut, keduanya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah sinagog di Brazil.
Bolsonaro dan para pembantunya telah berulang kali mengatakan dia akan memindahkan kedutaan besar Brasil dari Tel Aviv ke Yerusalem. Tetapi sikap itu mendapat tekanan dari pendukung kuat di sektor pertanian. Mereka khawatir keputusan itu akan merusak penjualan daging halal mereka di negara-negara Arab.
Sementara itu Liga Arab mengatakan kepada Bolsonaro bahwa memindahkan kedutaan ke Yerusalem akan menjadi kemunduran untuk hubungan dengan negara-negara Arab. [mel]
BERITA TERKAIT: