Langkah ini dilakukan dalam perombakan pemerintah oleh pemimpin negara itu, Raja Salman. Posisinya digantikan oleh Ibrahim al-Assaf.
Dikabarkan
BBC, Jubeir merupakan sosok yang tampil saat kasus pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul. Dia lantang menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan pada Putra Mahkota Mohammed bin Salman terkait kasus itu.
Dia adalah pejabat senior Saudi pertama yang secara terbuka mengakui bahwa Khashoggi telah dibunuh oleh apa yang disebutnya "elemen jahat" keamanan Saudi.
Khashoggi adalah seorang pengkritik blak-blakan tentang istana Saudi.
Artikel-artikelnya di Washington Post secara khusus mengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pemimpin de facto negara itu.
Jubeir sendiri sempat menjadi duta besar yang fasih untuk Arab Saudi di panggung dunia.
Perubahan dan penunjukan lain dalam kabinet hari ini dipandang sebagai bagian dari perombakan komunitas keamanan dan intelijen yang berkelanjutan setelah skandal pembunuhan Khashoggi.
[mel]
BERITA TERKAIT: