Qatar telah meningkatkan upaya untuk menunjukkan itu adalah kekuatan untuk kebaikan dalam keamanan internasional sejak negara-negara tetangga Teluk Arabnya memberlakukan boikot diplomatik dan ekonomi pada Juni 2017. Boikot itu dilakukan karena Qatar dituduh mendukung terorisme. Tuduhan tersebut dibantah oleh Qatar.
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Qatar, pesawat militer Qatar mengirim kendaraan demi membantu memerangi terorisme dan membangun keamanan tidak hanya di Republik Mali tetapi juga di negara-negara Sahel Afrika yang dikenal sebagai G5.
G5 terdiri dari Mali, Niger, Burkina Faso, Chad dan Mauritania. Kelima negara itu tahun lalu menciptakan satuan tugas militer untuk membasmi kekerasan jihadis.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: