Doa Untuk Korban Tsunami Dipanjatkan Dalam Natal Bersama Di Seoul

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 25 Desember 2018, 20:50 WIB
Doa Untuk Korban Tsunami Dipanjatkan Dalam Natal Bersama Di Seoul
Natal bersama WNI di Korsel/KBRI Seoul
rmol news logo Perayaan Natal di Korea Selatan turut menyertakan doa untuk para korban tsunami Selat Sunda.

"Semoga Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan berlimpah bagi keluarga korban tsunami yang melanda Banten dan Lampung beberapa hari lalu, dan biarlah Tuhan menolong korban yang saat ini dalam pengungsian. Semoga semuanya bisa segera pulih seperti sediakala," bunyi doa pembuka yang disampaikan Pendeta Johanes Njoto dalam perayaan Natal warga negara Indonesia di Korsel yang dipusatkan di KBRI Seoul, Selasa (25/12).

Misa Natal kali ini diikuti 500 WNI lintas gereja yang merupakan bagian dari naungan Persekutuan Gereja Indonesia di Korea (PGIK) yang membawahi jemaat Kristen dan Dei Gratia. Beberapa warga muslim pun tampak hadir memeriahkan acara yang sarat dengan kebhinnekaan. 

Di tengah suhu udara yang hampir mencapai titik beku, para jemaat tetap suka cita saat lagu pujian dan tarian dari perwakilan tiap gereja dibawakan.

Lagu-lagu juga diputar seperti White Chistmas, O Holy Night, Dari Pulau dan Benua serta lagu penutup berjudul We wish You a Merry Chistmas, sehingga terasa sangat mewakili suka cita dan kemeriahan Natal umat Kristiani Indonesia di Seoul dan sekitarnya itu.

Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi yang turut hadir mengungkapkan suka citanya dan ikut mendoakan seluruh korban tsunami Selan Sunda.

"Kita sepatutnya bangga dengan negara kita Indonesia karena lahirnya Indonesia juga adalah berkah bagi seluruh masyarakat dunia. Hanya Indonesialah yang pertama kali berani memerdekakan diri dari tirani penjajahan. Hal ini tentu saja menjadi inspirasi bagi negara-negara lain yang saat itu belum merdeka," jelas Umar.

"Selain itu, tujuan Indonesia sangatlah mulia yaitu untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," tambahnya.

Perayaan Natal WNI di Seoul diawali ibadah dengan liturgi yang dilaksanakan di gereja masing-masing. Setelah itu,  seluruh WNI beragama Kristiani dan Katolik yang berdomisili di Seoul, Suwon, Ansan, Daejon dan sekitarnya beranjak ke kantor KBRI untuk merayakan Natal.

Perayaan Natal kali ini sengaja dipusatkan di KBRI dengan menggandeng PGIK dan Dei Gratia yang membawahi berbagai gereja Indonesia di Korsel, diantaranya Gereja Saejungang, Gereja AIC (Antioch Indonesia Community) Ansan, AIC Incheon dan AIC Suwon, Gereja Oryun, GPDI Hati Elok, Gereja Bethany, dan gereja Bethel Indonesia. Tercatat lebih dari 20 gereja Indonesia tersebar di seluruh Korsel. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA