Netanyahu Cari Dukungan, Israel Gelar Pemilu Sela April 2019

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 25 Desember 2018, 05:27 WIB
Netanyahu Cari Dukungan, Israel Gelar Pemilu Sela April 2019
Benjamin Netanyahu/Net
rmol news logo Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan akan menggelar pemilihan sela pada awal April 2019, atau kurang dari empat bulan ke depan.

Pemilihan sela itu secara langsung meminta para pemilih untuk mandat politik baru yang dapat membantu Netanyahu menghadapi tuduhan kasus korupsi.

Pemerintah Israel mengutip perbedaan dalam koalisi Netanyahu atas RUU Wajib Militer baru yang mempengaruhi pembebasan bagi orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks sebagai alasan utama pemungutan suara awal.

Tetapi ada spekulasi bahwa Netanyahu dapat mengadakan pemilihan sebelum jaksa agung memutuskan apakah akan mengikuti rekomendasi polisi untuk menuntutnya.

Keputusan dakwaan itu sudah diperkirakan akan disampaikan dalam beberapa minggu ke depan, tetapi beberapa laporan media Israel mengatakan jaksa agung dapat memilih untuk menunda dakwaan apapun karena khawatir akan mempengaruhi hasil pemilu.

Netanyahu sendiri membantah melakukan kesalahan apapun dalam tuduhan korupsi yang menjeratnya. Dia tidak memberikan indikasi akan mundur jika dituntut.

"Saya rasa, para pemilih mengerti persis apa yang telah kami lakukan untuk Israel," kata Netanyahu kepada anggota parlemen pada Senin (24/12).

"Kami datang untuk meminta mandat yang jelas dari para pemilih untuk terus memimpin Israel dengan cara kami," tegasnya seperti dimuat Reuters. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA