Pasalnya, Netanyahu tidak banyak memberikan komentar atas keputusan negeri kanguru akhir pekan kemarin. Padahal, bisanya dia aktif memberikan sambutan baik ketika ada negara yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Kementerian Luar Negeri Israel mengeluarkan pernyataan yang menanggapi dengan hangat dan menyebut langkah Australia sebagai langkah ke arah yang benar.
Namun pada pertemuan kabinet pada hari Minggu (16/12), Netanyahu menolak untuk menguraikan lebih lanjut soal pengakuan Australia tersebut.
“Kami mengeluarkan pernyataan di Kementerian Luar Negeri. Saya tidak punya apa-apa untuk ditambahkan,†katanya Netanyahu kepada wartawan di awal pertemuan, seperti dimuat
Reuters.
Untuk diketahui, Israel merebut Jerusalem Timur Arab dalam perang 1967 dan mencaploknya sebagai ibukotanya dalam gerakan yang tidak diakui secara internasional. Palestina menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara yang mereka harap dapat ditemukan di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza.
Kemudian, setahun yang lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat marah warga Palestina dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tidak disebutkan lebih rinci mengenai Yerusalem Timur atau Yerusalem Barat.
Namun Perdana Menteri Australia Scott Morrison akhir pekan kemarin secara spesifik mengatakan bahwa Canberra secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel. Tetapi dia menegaskan kembali dukungan Australia untuk solusi dua negara.
[mel]
BERITA TERKAIT: