Begitu kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada hari ini (Sabtu, 15/12). Pernyataan tersebut membalikkan kebijakan Timur Tengah Australia selama puluhan tahun.
"Australia sekarang mengakui Yerusalem Barat, yang menjadi pusat Knesset dan banyak lembaga pemerintahan, adalah ibu kota Israel," kata Morrison di Sydney, seperti dimuat
Reuters.
Meski begitu, tidak berarti Australia akan segera memindahkan kedutaannya di Israel.
"Kami berharap untuk memindahkan kedutaan kami ke Yerusalem Barat ketika praktis dan setelah penentuan status akhir," tambahnya.
Morrison mengatakan pada bulan Oktober dia terbuka untuk menggeser kedutaan.
Langkah pemindahan kedutaan besar semacam itu diawali oleh keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memindahkan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: