Begitu kata seorang jurubicara kelompok pemberontak Suriah yang bernama Tentara Nasional pada Kamis (13/12). Kelompok itu merupakan pasukan pemberontak yang didukung Turki yang bertujuan untuk mempersatukan faksi-faksi yang berbeda di Suriah barat laut.
Pernyataan itu dibuat setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pada Rabu (12/12) bahwa Turki akan segera melancarkan serangan ofensif dalam beberapa hari ke depan dan menargetkan sebuah wilayah perbatasan di sebelah timur sungai Eufrat yang dipegang oleh milisi Kurdi YPG.
Pengumuman itu memicu kecaman keras dari Pentagon, yang mengatakan tindakan militer sepihak ke Suriah timur laut tidak akan bisa diterima. Amerika Serikat sendiri diketahui telah mendukung YPG dalam perang melawan pemberontak kelompok militan ISIS sejak tahun 2015 lalu.
Turki mengatakan YPG adalah organisasi teroris dan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah melancarkan pemberontakan melawan negara di Turki tenggara selama lebih dari tiga dekade terakhir. Demikian seperti dimuat
Reuters.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: