"Tindakan militer sepihak ke Suriah timur laut oleh pihak manapun, terutama karena personel Amerika Serikat mungkin berada di sana atau di sekitarnya, adalah keprihatinan serius. Kami akan menemukan tindakan seperti itu tidak dapat diterima," kata juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Komandan Sean Robertson.
"Kami percaya dialog ini adalah satu-satunya cara untuk mengamankan daerah perbatasan secara berkelanjutan, dan percaya bahwa operasi militer yang tidak terkoordinasi akan merusak kepentingan bersama itu," tambahnya seperti dimuat
CNN.
Sebelumnya pada hari Rabu (12/12), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi bahwa pasukan Turki akan meluncurkan operasi militer timur Euphrates di Suriah. Operasi ini ditujukan untuk menargetkan militan Kurdi.
Pasukan Amerika Serikat di Suriah secara teratur bekerja dengan unsur-unsur Kurdi dari Pasukan Demokrat Suriah sebagai bagian dari kampanye mereka melawan kelompok militan ISIS.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: