Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan peserta yang hadir sangat akrab dan semangat bertukar pikiran mengenai demokrasi. Berbagi pengalaman antara peserta dapat memperat hubungan antar negara.
"Tentu saja berbagi pandangan dan pengalaman. Kita harapkan justru memperkaya perspektif yang disampaikan oleh masing masing negara," kata Fachir, sapaannya, usai menutup BDF ke XI, di Bali Nusa Dua Conference Center (BNDCC), Jumat (7/11).
Saat ini, kata Fachir, dunia tengah menghadapi tantangan dalam melaksanakan demokrasi. Salah satu solusi yang diusulkan Indonesia adalah demokrasi yang inklusif.
"Demokrasi yang inklusif adalah demokrasi yang menyatukan, tidak memecah-belah, memberikan harapan bukan menimbulkan ketakutan, dan memperkuat, bukan melemahkan," jelas Fachir.
Untuk menciptakan demokrasi inklusif, lanjut Fachir, harus ada partisipasi dari seluruh pihak, khususnya dari sektor swasta, pemuda, dan perempuan.
[lov]
BERITA TERKAIT: