Dalam pertemuan tersebut, Retno Marsudi menyampaikan pengalaman Indonesia sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia.
"Saya sampaikan, bahwa demokrasi memang kadang-kadang bukan hal yang mudah. Tetapi Indonesia berkeyakinan bahwa demokrasi merupakan masih pilihan terbaik untuk melayani masyarakat, karena sekali lagi di dalam demokrasi di situ ada inclusiveness, di situ semua suara didengar," kata Retno, usai pertemuan.
Kepada Menlu Molina, Retno mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja tidak cukup, sebab di masa lalu Indonesia pernah mengalami pertumbuhan yang tinggi tetapi masyarakat tetap menuntut reformasi.
Lantaran itu, demokrasi merupakan pilihan masyarakat Indonesia dalam melanjutkan pembangunan indonesia yang lebih inklusif.
"Kita juga bicara masalah perdagangan yang menunjukkan tren yang tidak terlalu baik, tren penurunan. Kita sepakat untuk mencari jalan meningkatkan hubungan terutama di bidang ekonomi dengan Venezuela, kita tahu Venezuela dalam posisi yang tidak baik," jelasnya.
"Dan kita juga minta, saat ini Venezuela sedang menjadi ketua Gerakan Non Blok (GNB) atau Non Aligned Movement (NAMN) digunakan oleh Venezuela untuk mendaptakan dukungan dari negara anggota NAM bagi perjuangan Palestina. Jadi sekali kali isu Palestina saya bawa dalam pertemuan dalam Wamenlu Venezuela, karena Venezuela memegang keketuaan NAM," demikian Retno.
[lov]
BERITA TERKAIT: