Dia menegaskan bahwa komisi tersebut akan menyelidiki semua sudut dari serangan yang terjadi pada bulan September 2014 di kota Iguala. Serangan itu menargetkan siswa dari perguruan tinggi Ayotzinapa.
Insiden itu adalah salah satu kejahatan paling terkenal yang dilakukan selama pemerintahan pendahulu, Lopez Obrador, yakni Enrique Pena Nieto dan menjadi simbol impunitas dan ketidakadilan yang merajalela di tengah perang militer negara itu terhadap kejahatan terorganisasi.
Keluarga para siswa yang hilang berulang kali mengungkapkan kekecewaan mereka dengan penyelidikan resmi, yang sebagian didasarkan pada pengakuan yang diperoleh melalui penyiksaan, dan yang tidak diizinkan untuk memeriksa kegiatan tentara Meksiko pada malam serangan itu.
"Saya jamin tidak akan ada kekebalan hukum dalam kasus yang menyedihkan dan menyakitkan ini, tidak juga dalam hal lain," kata Lopez Obrador pada pengumuman di Istana Nasional awal pekan ini.
“Saya berharap kita akan segera mengetahui kebenaran. Bahwa ada keadilan dan contoh yang ditetapkan agar tidak pernah lagi melanggar hak asasi manusia di negara kita, sehingga tidak ada orang Meksiko lain yang menderita hilangnya anak-anak mereka," sambungnya seperti dimuat
The Guardian.
Pemerintah Pena Nieto berusaha untuk mengabadikan versi resmi dari insiden tersebut yang digambarkan sebagai kebenaran sejarah". Versi tersebut mengatakan bahwa jasad para siswa yang hilang hancur dalam kebakaran besar di tempat pembuangan sampah. Tetapi ahli forensik independen menemukan bahwa tidak ada bukti untuk mendukung narasi itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: