Bukan hanya itu, petugas di lokasi juga menembakkan gas air mata kepada para migran Amerika Tengah yang berupaya mendekati perbatasan.
Akibatnya, lalu lintas di kedua arah ditangguhkan selama beberapa jam di pelabuhan masuk San Ysidro antara San Diego dan Tijuana. Hal tersebut mengganggu perdagangan di perbatasan darat yang paling aktif jalur perdagangannya.
Namun setelah beberapa jam, penyeberangan pejalan kaki dan lalu lintas kendaraan kemudian dilanjutkan.
Dikabarkan
Reuters, pemerintah Meksiko mengatakan telah merebut kembali kendali atas penyeberangan perbatasan setelah hampir 500 migran mencoba menyeberangi perbatasan Amerika Serikat dengan cara kekerasan dan bersumpah untuk segera mendeportasi warga Amerika Tengah yang berusaha memasuki Amerika Serikat secara ilegal.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: