Seorang pejabat kesehatan di Aleppo mengatakan, para korban yang terkena paparan gas beracun itu mengalami kesulitan bernapas, radang mata dan gejala lain yang menunjukkan penggunaan gas klorin.
Kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia dalam sebuah pernyataan mengatakan, serangan udara menghantam wilayah pemberontak di Suriah barat laut pada hari Minggu (25/11), untuk pertama kalinya sejak Rusia dan Turki menyepakati zona penyangga di sana pada bulan September.
Di kota Aleppo, yang dikontrol pemerintah, serangan gas itu menyebarkan bau yang menyengat dan menyebabkan masalah pernapasan.
Para pejabat pemberontak menolak tuduhan telah melakukan serangan tersebut dan mengatakan pasukan mereka tidak memiliki senjata kimia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: