Walikota Juan Manuel Gastelum menetapkan kondisi tersebut ketika pejabat kota dan relawan bekerja untuk membantu 4.976 pria, wanita dan anak-anak yang tiba di kota tersebut setelah lebih dari satu bulan di jalan.
Mereka berkumpul di perbatasan untuk masuk bersama-sama ke perbatasan Amerika Serikat demi mencari suaka.
Manuel Figueroa, yang memimpin departemen layanan sosial kota, mengatakan Tijuana membawa toilet dan kamar mandi portabel, serta sampo dan sabun untuk para migran yang datang.
"Karena tidak adanya, sikap apatis dan pengabaian pemerintah federal, kita harus beralih ke lembaga-lembaga internasional seperti PBB," kata Figueroa seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: