Perancis Setuju Kembalikan 26 Karya Seni Ke Benin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 24 November 2018, 05:32 WIB
Perancis Setuju Kembalikan 26 Karya Seni Ke Benin
Karya seni dari Afrika di Perancis/Al Jazeera
rmol news logo Presiden Perancis Emmanuel Macron setuju untuk mengembalikan 26 karya seni Afrika yang diklaim oleh Benin.

Menurut keterangan kantor kepresidenan Perancis, keputusan itu diambil pada Jumat (23/11), tidak lama setelah Macron menerima laporan detil yang merinci mengenai bagaimana mantan penjajah dapat mengembalikan karya seni yang dijarah ke Afrika.

Pemerintah dari Ethiopia ke Senegal bersemangat menunggu laporan itu. Laporan tersebut ditugaskan oleh Macron dan dibuat oleh sejarawan seni Perancis, Benedicte Savoy, dan ekonom Senegal Felwine Sarr.

Laporan tersebut merekomendasikan bahwa ribuan barang di museum Perancis yang diambil tanpa persetujuan selama periode kolonial dikembalikan ke benua Afrika, kecuali dapat dibuktikan bahwa benda-benda itu diperoleh secara sah.

Savoy dan Starr juga merekomendasikan mengubah undang-undang Prancis untuk memungkinkan restitusi karya budaya ke Afrika, setelah Macron mengumumkan bahwa dia ingin proses itu dimulai dalam waktu lima tahun.

Undang-undang Perancis saat ini melarang pemerintah untuk menyerahkan properti negara, terlepas dari bagaimana hal itu diperoleh.

"Saya tidak dapat menerima bahwa sebagian besar warisan budaya dari beberapa negara Afrika ada di Perancis," kata Macron saat berkunjung ke Burkina Faso tahun lalu.

"Ada penjelasan sejarah untuk hal ini tetapi tidak ada pembenaran yang valid, abadi dan tanpa syarat. Warisan Afrika tidak hanya dapat di koleksi pribadi dan museum Eropa. Itu harus dipamerkan di Paris tetapi juga di Dakar, Lagos dan Cotonou. Ini akan menjadi salah satu prioritas saya," tambahnya seperti dimuat Al Jazeera.

Untuk diketahui, pada puncak kerajaan kolonialnya, Perancis menguasai sebagian besar wilayah benua Afrika dan mengambil karya seni yang diproduksi di sana untuk dipajang di museum di ibukota Perancis, Paris, dan di tempat lain di negara tersebut.

Benda-benda seni yang tiba di Perancis kemudian mempengaruhi karya tokoh-tokoh besar dalam seni Eropa, seperti seniman Spanyol, Pablo Picasso, dan pelukis dan pematung Italia, Amedeo Modigliani.

Menurut laporan itu, sekitar 90 persen seni Afrika saat ini disimpan di museum dan koleksi pribadi di luar benua, termasuk patung, singgasana, dan manuskrip.

Ada sekitar 90.000 karya seni Afrika di museum Prancis, sebagian besar berada di museum Quai Branly di Paris, yang juga menawarkan koleksi besar seni Asia. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA