Di hadapan pengadilan, dia mengatakan bahwa dia telah menonaktifkan sistem itu setelah kegagalan memperlambat kereta di awal perjalanan.
Jaksa menuduh pengemudi kelalaian karena gagal mengaktifkan sistem kembaliyang berujung pada kecelakaan fatal tersebut.
"Dia seharusnya mengembalikan sistem itu ke perhentian berikutnya," kata juru bicara pengadilan Huang Yong-sheng menurut kantor berita
Reuters.
"Terdakwa sangat dicurigai telah lalai," sambungnya.
Kecelakaan kereta akhir pekankemarin itu merupakan kecelakaan kereta api terburuk di wilayah itu dalam 27 tahun terakhir. Kecelakaan menyebabkan 18 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.
Sebanyak 366 penumpang berada di kereta ketika semua delapan gerbongnya tergelincir. Setidaknya tiga anak termasuk di antara para korban meninggal dunia.
Kereta itu keluar dari rel saat bergerak hampir 140km/jam atau hampir dua kali dari batas kecepatan yang dipaksakan karena kurva di lintasan.
Jaksa menanyai pengemudi yang cedera itu pada hari Selasa (23/10) sebelum dia dikembalikan ke rumah sakit.
[mel]
BERITA TERKAIT: