Begitu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi usai menyambut Menlu Filipina Alan Peter Cayetano, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta awal pekan ini.
"KJRI Frankftrut sudah sepenuhnya membantu, membantu sampai saat ini, jadi saya kira untuk proteksi warga negara indonesia, teman-teman SOP tahu bagaimana SOP kita sudah sedemikian jelasnya teman-teman para diplomat Indonesia siap," ungkap Menlu Retno.
Dia mengatakan tugas ini merupakan peran para diplomat Indonesia guna memberikan pelayanan dan perlindungan kepada para WNI di seluruh negeri.
"Tadi pagi saya melakukan kontak kembali kalau ada kasus seperti ini biasanya saya rutin saya lakukan komunikasi dengan konsul jenderal kita dengan perwakilan kita yang ada di negara tersebut," lanjutnya.
Menlu Retno juga telah membahas kembali dengan Direktur PWNI-BHI Muhmmad Iqbal, dimana jenazah sudah diproses termasuk di otopsi, dimandikan sesuai dengan agama Islam.
"Sekarang yang terus diupayakan saya ingin
underline oleh KJRI Frankrut adalah mendapatkan slot untuk pemulangan jenazah secepat mungkin jadi proses yang ada disana semuanya selesai, sekarang tinggal menunggu kabar dari airlines agar mendapatkan tempat untuk pemulangan jenazah," tandas Menlu Retno.
Untuk diketahui, Mahasiswin WNI bernisial (SPDP) tersebut tenggelam saat berenang, yang ditemukan tewas di lokasi setelah 24 jam lebih menghilang. SPDP sendiri merupakan mahasiswi program S1 jurusan Biokimia di salah satu universitas di Jerman.
[mel]
BERITA TERKAIT: